menu

+62 (21) 7191020

ruinco@radiant-utama.com

+62(21)7191002

Radiant Group Building Jl.Kapten Tendean No.24 Mampang Prapatan Jakarta 12720 Indonesia

Radiant News

Rasio Belanja Modal Emiten Jasa Migas Naik Signifikan

posted in Uncategorized by

 

 

rasio belanja emiten migas naik signifikan

JAKARTA – PT Elnusa Tbk (ELSA ) dan PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS), dua emiten jasa minyak dan gas, mencatat kenaikan rasio belanja modal terhadap pendapatan pada semester I 2014. Rasio belanja modal yang tercermin dalam belanja modal per pendapatan Elnusa tercatat naik menjadi 8,88% di semester I 2014 dibanding periode yang sama 2013 sebesar 1,26%. Hal yang sama juga dicatat Radiant Utama dengan rasio belanja modal naik menjadi 6,19% di semester I 2014 dibanding periode yang sama tahun lalu 1,99%.

Secara historikal rasio belanja modal Elnusa tergolong fluktuatif dalam lima tahun terakhir, rasio belanja modal terhadap pendapatan perseroan tertinggi tercatat di 2011 sebesar 10,36%. Dengan penyerapan belanja modal sebesar US$ 488,53 juta, perseroan mampu mencatat pertumbuhan pendapatan 11,8% di periode tersebut.

Pada 2012 hingga kuartal I 2014, rasio belanja modal Elnusa turun dan berada di kisaran 1,26%2,68%. Penyerapan belanja modal perseroan di periode tersebut juga tergolong kecil di bawah US$ 100 juta. Rifqi Budhi Prasetyo, Head of Investor Relation Analyst Elnusa, mengatakan belanja modal Elnusa hingga kuartal II baru terserap Rp 150 miliar atau sekitar 12,5% dari total alokasi belanja modal 2014 sebesar Rp 1,2 triliun.

“Pada dasarnya sudah disecure sebesar US$ 60 juta atau setara Rp 696 miliar, namun yang baru terealisasi baru sekitar Rp 150 miliar. Kalau berdasarkan kontrak yang sudah kami kantongi memang relatif baru segitu,” ungkap dia. Secara historikal rasio belanja modal terhadap pendapatan Radiant Utama memiliki tren yang hampir sama dengan Elnusa. Rasio Belanja modal perseroan tertinggi tercatat di 2011 sebesar 31,92%, bahkan melampaui rasio belanja modal Elnusa.

Dengan penyerapan belanja modal sebesar Rp 371,55 miliar, perseroan mampu mencatat pertumbuhan pendapatan 11% di 2011. Pada 2012 hingga kuartalI 2014, rasio belanja modal perseroan relatif turun hingga di kisaran 0,80961,89%.

Pada 2014, Radiant mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 40 miliar. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli peralatan untuk mendukung bisnis di operation support. Sisanya akan digunakan untuk segmen usaha lainnya seperti jasa inspeksi, offshore dan pengeboran migas di Blok South West Bukit Barisan.

rasio belanja modal emiten migas

Marine Support

Menurut Rifqi, realisasi belanja modal lebih banyak digunakan untuk segmen Drilling & Oilfield Services (DOS) yang merupakan bisnis inti perseroan saat ini. Dari total Rp 1,2 triliun alokasi belanja modal, sebesar Rp 550 miliar untuk DOS. Sisanya sekitar Rp 400 miliar digunakan untuk bidang usaha lain seperti pengembangan biodiesel dan marine support.

Hingga kuartal II 2014, belanja modal Elnusa baru digunakan untuk bidang usaha DOS sementara bidang usaha lainnya belum terserap sama sekali. Rifqi mengatakan untuk pengembangan marine support baru bisa terserap di kuartal III atau kuartal IV sesuai dengan tender atau kontrak yang disepakati. Di sisi lain, alokasi belanja modal untuk bidang usaha biodiesel tahun ini tidak jadi direalisasikan karena perseroan menghadapi hambatan dalam pengembangannya. Elnusa semula mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 10 juta15 juta untuk pengembangan bisnis biodiesel.

Untuk biodiesel, Elnusa opsi untuk melakukan akuisisi terhadap perusahaanperusahaan biodiesel yang sudah ada. Namun dalam perjalanannya pengembangan usaha ini mengalami berbagai hambatan terutama dalam hal kerja sama dengan perusahaan kelapa sawit.

Menurut Rifqi, terhentinya proyek biodiesel pada tahun ini praktis membuat alokasi belanja modal yang sudah disiapkan tersebut tidak digunakan di tahun ini. Pada semester I 2014, Elnusa mencatat kineija keuangan yang positif dengan mencatat kenaikan laba bersih yang signifikan sebesar 114,06% menjadi Rp 178 miliar dibanding periode yang sama 2013 sebesar Rp 83,29 miliar. Sementara itu, Radiant Utama mencatat penurunan laba bersih 14,5% menjadi Rp 24,27 miliar dibanding semester I 2013 sebesar Rp 28,39 miliar.

Radiant memang mencatat peningkatan pendapatan menjadi Rp 956,42 miliar di semester I 2014 dibanding periode yang sama 2013 sebesar Rp 859,59 miliar. Namun kenaikan beban operasi sebesar 13,9% menyebabkan laba usaha Radiant tergerus menjadi Rp 71,64 miliar dibanding semester I 2013 sebesar Rp 76,15 miliar. Di luar operasional inti perseroan juga mencatat kerugian kurs Rp 5,23 miliar yang pada akhirnya juga menggerus laba bersih.

Source: Indonesia Finance Today

Date    : 09 September 2014

09 Sep, 14

 

 

related posts