GCG Structure

Tata Kelola Perusahaan PT Radiant Utama Interinsco Tbk.

PT Radiant Utama Interinsco Tbk, menyadari bahwa Penerapan GCG secara sistematis dan konsisten merupakan kebutuhan yang harus dilaksanakan. Penerapan GCG pada Perusahaan diharapkan akan dapat memacu perkembangan bisnis, akuntabilitas serta mewujudkan nilai Pemegang Saham dalam jangka panjang tanpa mengabaikan kepentingan Stakeholders lainnya.

Seiring dengan listing-nya Perusahaan, sehingga Perusahaan memiliki tanggung jawab penerapan GCG yang efektif guna memberikan nilai tambah Perusahaan bagi kepentingan para pemangku kepentingan.

Etika Perilaku Radiant

GCG PT Radiant Utama Interinsco Tbk berisi persyaratan implementasi GCG, yang merupakan prinsip Tata kelola Perusahaan yang Baik (GCG) transparency (keterbukaan), accountability (akuntabilitas), responsibilty (pertanggungjawaban), independency (kemandirian), dan fairness (kewajaran).

Sistem Manajemen Radiant di Bidang Etika dan Perilaku tidak hanya memastikan perusahaan harus mematuhi peraturan Perusahaan dan peraturan perundang-undangan terkait, namun memberikan juga bertujuan  untuk:

  1. Mengendalikan dan mengarahkan hubungan antara Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, Pegawai, Pelanggan, Mitra Kerja, serta Masyarakat dan lingkungan;
  2. Memaksimalkan nilai Perusahaan dengan cara meningkatkan penerapan prinsip- prinsip transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran dalam pelaksanaan kegiatan Perusahaan;
  3. Terciptanya pengambilan keputusan oleh seluruh Organ Perusahaan yang didasarkan pada nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  4. Terlaksananya tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap Stakeholders;
  5. Mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan Perusahaan;
  6. Terlaksananya pengelolaan Perusahaan secara profesional dan mandiri;.
  7. Meningkatkan citra Perusahaan (image) yang semakin baik;
  8. Meningkatkan iklim investasi nasional yang kondusif, khususnya di bidang energi;
  9. Terintegrasinya hubungan antara Perusahaan dengan seluruh Anak Perusahaan;
Komitmen Penerapan GCG

Keberhasilan dalam melaksanakan GCG sangat bergantung pada:

  1. Komitmen Dewan Komisaris dan Dewan Direksi dalam implementasi GCG.
  2. Pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip GCG di setiap jajaran manajemen.
  3. Evaluasi secara berkesinambungan atas implementasi GCG.
  4. Pemahaman dan pelaksanaan Kode Etik oleh seluruh insan Perusahaan.
Structur GCG
  1. Organ Perusahaan yang terdiri dari RUPS, Dewan Komisaris dan Direksi.
  2. Kebijakan Pokok Perusahaan baik Kebijakan Umum maupun Kebijakan Khusus.
Pedoman GCG
  1. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia, dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance, Tahun 2006;
  2. Pedoman Komisaris Independen, dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance, Tahun 2004;
  3. Pedoman Pembentukan Komite Audit Yang Efektif, dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance, Tahun 2004;
  4. ASEAN Corporate Governance Scorecard;
  5. Indonesia Corporate Governance Manual 2018 oleh OJK, IFC, dan Swiss Confederation.
Arah Implementasi GCG

Penerapan GCG di Perusahaan bertujuan untuk:

  1. Mengendalikan dan mengarahkan hubungan antara Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, Pegawai, Pelanggan, Mitra Kerja, serta Masyarakat dan lingkungan;
  2. Memaksimalkan nilai Perusahaan dengan cara meningkatkan penerapan prinsip- prinsip transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran
  3. Terlaksananya tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap Stakeholders;
  4. Mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan Perusahaan;
  5. Terlaksananya pengelolaan Perusahaan secara profesional dan mandiri;.
Manajemen Risiko

Perusahaan melalui Fungsi Risiko mempunyai parameter-parameter tertentu untuk melihat dan mengukur risiko suatu proyek, baik Risiko Operasional maupun Risiko Keuangan, termasuk di dalamnya adalah Risiko Perpajakan yang mungkin timbul atas pelaksanaan suatu proyek ataupun kemitraan.

Whistle Blowing dan Gratifikasi

Perusahaan menerapkan Pedoman dan Prosedur Penanganan pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System) yang bertujuan untuk menangani pelaporan terhadap pelanggaran yang mungkin terjadi di lingkungan Perusahaan. Setiap tindakan pelanggaran terhadap peraturan, etika dan kebijakan perusahaan akan memperoleh sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pengelolaan IT

Perusahaan memastikan adanya proses perbaikan, penyempurnaan dan pendayagunaan teknologi secara berkala, terukur dan efisien. Perusahaan selalu mengembangkan alih teknologi, pengetahuan, dan keahlian lainnya berkaitan dengan operasional Perusahaan Penerapan manajemen teknologi ini terintegrasi dengan Sistem Manajemen Informasi Perusahaan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan operasional Perusahaan.

Audit Eksternal

Keberadaan Auditor Eksternal dirasakan kebutuhannya oleh Perusahaan terutama dalam menyatakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di lndonesia. Pemyataan Auditor Eksternal merupakan pendapat pihak ketiga yang independen mengenai kewajaran Laporan Keuangan yang disampaikan kepada pemegang saham Perusahaan maupun stakeholders.

Insider Trading

Seluruh manajemen dan karyawan RUIS Group tidak diperkenankan untuk mengambil keuntungan pribadi yang didapat dari informasi yang diketahuinya sehubungan dengan posisinya dalam perusahaan, untuk menghindari konflik kepentingan dengan perusahaan.

Piagam Komite Audit dan Komite GCG

Dewan Komisaris wajib membentuk Komite Audit yang terdiri dari Ketua dan Anggota, dengan keanggotaan Komite Audit paling sedikit 3 orang anggota. Ketua Komite Audit berasal dari Komisaris Independen dan untuk anggota Komite Audit lainnya dapat berasal dari anggota Dewan Komisaris atau dari luar Perusahaan;

Dewan Komisaris bila diperlukan, dapat membentuk komite lain yang memiliki fungsi di bidang diantaranya nominasi dan remunerasi, risiko usaha dan pemantauan GCG.