Targetkan Laba Naik 72%

JAKARTA — PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) menargetkan laba bersih pada 2013 meningkat 72,47 persen, dari tahun sebelumnya menjadi Rp 50 miliar. Pada tahun buku 2012 perseroan mendapatkan laba bersih sebesar Rp 28,88 miliar dari pendapatan sebanyak Rp 1,60 triliun.

Tahun ini diharapkan bisa dapat Rp 50 miliar kalau tidak rugi kurs, karena tahun 2011 laba RUIS cukup kecil sebesar Rp 3,24 miliar karena rugi kurs tersebut,” kata Seketaris Perusahaan PT Radiant Utama Interinsco Tbk, Misyal A Bahwal, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (28/5).

Pendapatan perseroan pada tahun ini, tambahnya, diharapkan meningkat menjadi Rp 1,8 triliun atau tumbuh 12,5 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,6 triliun. Dengan target tersebut, perseroan optimis dapat tercapai dengan ditopang beberapa kontrak yang diraihnya pada tahun ini.

Pada kuartal pertama tahun ini perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 417,4 miliar atau tumbuh 32 persen dari tahun periode yang sama ditahun sebelumnya sebesar Rp 315,4 miliar.

Menurutnya, pada kuartal pertama tahun ini, nilai kon-trak sudah mencapai Rp 2,9 triliun dan masuk ke revenue tahun ini Rp 1,6 triliun dari kontrak tersebut. Lalu tahun berikutnya Rp 400 miliar dan sisanya tahun depannya lagi. “Kontraknya sampai 2017.” kata Misyal.

Kontrak tersebut, tambahnya, didominiasi dari tiga perusahaan minyak dan gas (migas). Seperti, PT Santos, PT Chevron Indonesia, dan PT Total EP Indonesia. Sejauh ini, pihaknya belum bisa menyebutkan besaran nilai kontrak masing-masih perusahaan.

Misyal menambahkan, pihaknya tahun ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex)sebesar Rp 100 miliar-Rp 120 miliar untuk penyelesaian kapal dan proyek baru perseroan. Dana capex terbesar digunakan untuk kapal pengerukan dan sisanya untuk proyek-proyek lainnya.

Setiap tahun, tambahnya, perseroan mengambil dana belanja modal dari pendapatan perseroan sebesar dua sampai tiga persen, sedangkan sisanya dari pinjaman perbankan.

“Jadi 80 persen itu diperoleh dari perbankan dan sisaanya 20 persen dari kas internal perseroan. Hingga kuartal pertama, belum dipakai, nanti akan dipakai kuartal kedua dan berikutnya,” katanya.

Source : Suara Karya

Posted in Uncategorized.

Targetkan Laba Naik 72%

JAKARTA — PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) menargetkan laba bersih pada 2013 meningkat 72,47 persen, dari tahun sebelumnya menjadi Rp 50 miliar. Pada tahun buku 2012 perseroan mendapatkan laba bersih sebesar Rp 28,88 miliar dari pendapatan sebanyak Rp 1,60 triliun.

Tahun ini diharapkan bisa dapat Rp 50 miliar kalau tidak rugi kurs, karena tahun 2011 laba RUIS cukup kecil sebesar Rp 3,24 miliar karena rugi kurs tersebut,” kata Seketaris Perusahaan PT Radiant Utama Interinsco Tbk, Misyal A Bahwal, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (28/5).

Pendapatan perseroan pada tahun ini, tambahnya, diharapkan meningkat menjadi Rp 1,8 triliun atau tumbuh 12,5 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,6 triliun. Dengan target tersebut, perseroan optimis dapat tercapai dengan ditopang beberapa kontrak yang diraihnya pada tahun ini.

Pada kuartal pertama tahun ini perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 417,4 miliar atau tumbuh 32 persen dari tahun periode yang sama ditahun sebelumnya sebesar Rp 315,4 miliar.

Menurutnya, pada kuartal pertama tahun ini, nilai kon-trak sudah mencapai Rp 2,9 triliun dan masuk ke revenue tahun ini Rp 1,6 triliun dari kontrak tersebut. Lalu tahun berikutnya Rp 400 miliar dan sisanya tahun depannya lagi. “Kontraknya sampai 2017.” kata Misyal.

Kontrak tersebut, tambahnya, didominiasi dari tiga perusahaan minyak dan gas (migas). Seperti, PT Santos, PT Chevron Indonesia, dan PT Total EP Indonesia. Sejauh ini, pihaknya belum bisa menyebutkan besaran nilai kontrak masing-masih perusahaan.

Misyal menambahkan, pihaknya tahun ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex)sebesar Rp 100 miliar-Rp 120 miliar untuk penyelesaian kapal dan proyek baru perseroan. Dana capex terbesar digunakan untuk kapal pengerukan dan sisanya untuk proyek-proyek lainnya.

Setiap tahun, tambahnya, perseroan mengambil dana belanja modal dari pendapatan perseroan sebesar dua sampai tiga persen, sedangkan sisanya dari pinjaman perbankan.

“Jadi 80 persen itu diperoleh dari perbankan dan sisaanya 20 persen dari kas internal perseroan. Hingga kuartal pertama, belum dipakai, nanti akan dipakai kuartal kedua dan berikutnya,” katanya.

Source : Suara Karya

Posted in Uncategorized.