Radiant Utama Targetkan Laba Rp 50 M

JAKARTA – PT Radiant Utama Interinsco Tbk (Ruis) targetkan laba bersih naik menjadi 72,47% atau sebesar Rp 50 miliar dari tahun sebelumnya, “Tahun ini diharapkan bisa mencapai Rp 50 miliar kalau tidak rugi kurs, karena tahun 2011 laba perseroan cukup kecil yaitu Rp 3,24 miliar karena rugi kurs tersebut,”kata Seketaris Perusahaan PT Radiant Utama Interinsco Tbk, Misyal A di Jakarta, Selasa (28/5).

Tahun lalu, perseroan bukukan laba bersih Rp 28,88 miliar dari pendapatan sebanyak Rp 1,60 triliun. Diharapkan tahun ini, pendapatan tumbuh 12,5% menjadi Rp 1,8 triliun, “Kami optimis mencapai target tersebut, sebab hingga kuartal pertama tahun ini nilai kontrak sudah mencapai Rp 2,9 triliun dan masuk ke pendapatan tahun ini Rp 1,6 triliun dari kontrak tersebut. Lalu tahun berikutnya Rp 400 miliar dan sisanya tahun depannya lagi, kontrak ini hingga 2017″tandasnya.

Kontrak yang telah diraih perseroan, dido-miniasi dari tiga perusahaan minyak dan gas (Migas) yaitu PT Santos, PT Chevron Indonesia, dan PT Total EP Indonesia. Untuk jumlahnya, belum bisa disebutkan nilai dari tiap kontrak. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, pendapatan perseroan Rp 417,4 miliar atau tumbuh 32% dari priode yang sama tahun lalu Rp 315,4 miliar.

Bagikan Dividen

Selain itu, perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp 5,79 miliar atau 20% dari laba bersih 2012 sebesar Rp 28,99 miliar. Kata Misyal A, pembagian dividen sebesar 20% dari laba bersih setara dengan Rp 750 per lembar saham, “Keputusan pembagian dividen ini telah disetujui para pemegang saham dan akan dibayarkan secepatnya setelah urusan administrasi selesai dan ketentuan yang berlaku,”ujarnya.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 100 miliar – Rp 120 miliar untuk penyelesaian kapal dan proyek baru perseroan. Dana capex paling banyak akan dihabiskan untuk kapal pengerukan, sisanya buat proyek lainnya pada tahun ini.

Disebutkan, setiap tahunnya perseroan mengambil dana belanja modal dari pendapatan perseroan sekitar 2 – 3% dan sisanya akan didapatkan dari pinjaman perbankan, “Sekitar 80% capex kita dari perbankan dan sisanya dari kas internal perseroan. Hingga kuartal pertama, belum dipakai, nanti akan dipakai kuartal kedua dan berikutnya,” ungkapnya.

Kuartal tahun ini, perseroan mencatat kenaikan laba bersih 41,9% menjadi Rp 14,9 miliar dibanding periode yang sama 2012 sebesar Rp 10,5 miliar. Disebutkan, peningkatan laba bersih ini didorong peningkatan laba usaha dan stabilitas nilai tukar. Disamping itu, peningkatan laba usaha juga disertai stabilnya kurs yang menyebabkan net profit meningkat.

Sementara untuk pendapatan kuartal pertama, PT Radiant Utama Iriterinsco Tbk mencatatkan pendapatan sebesar Rp 417,4 miliar atau naik 32,3% dibanding realisasi kuartal I tahun lalu sebesar Rp 315,5 miliar. Peningkatan pendapatan ditopang pertumbuhan semua segmen bisnis perseroan, antara lain jasa pendukung operasi naik menjadi Rp 286 miliar dari Rp 219 miliar. Bisnis inspeksi naik menjadi Rp 44,7 miliar dari Rp 33,8 miliar, agensi dan jasa lepas pantai juga naik menjadi Rp 66,7 miliar dari Rp 52,6 miliar. Laba kotor lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Source : Harian Neraca

Posted in Uncategorized.

Radiant Utama Targetkan Laba Rp 50 M

JAKARTA – PT Radiant Utama Interinsco Tbk (Ruis) targetkan laba bersih naik menjadi 72,47% atau sebesar Rp 50 miliar dari tahun sebelumnya, “Tahun ini diharapkan bisa mencapai Rp 50 miliar kalau tidak rugi kurs, karena tahun 2011 laba perseroan cukup kecil yaitu Rp 3,24 miliar karena rugi kurs tersebut,”kata Seketaris Perusahaan PT Radiant Utama Interinsco Tbk, Misyal A di Jakarta, Selasa (28/5).

Tahun lalu, perseroan bukukan laba bersih Rp 28,88 miliar dari pendapatan sebanyak Rp 1,60 triliun. Diharapkan tahun ini, pendapatan tumbuh 12,5% menjadi Rp 1,8 triliun, “Kami optimis mencapai target tersebut, sebab hingga kuartal pertama tahun ini nilai kontrak sudah mencapai Rp 2,9 triliun dan masuk ke pendapatan tahun ini Rp 1,6 triliun dari kontrak tersebut. Lalu tahun berikutnya Rp 400 miliar dan sisanya tahun depannya lagi, kontrak ini hingga 2017″tandasnya.

Kontrak yang telah diraih perseroan, dido-miniasi dari tiga perusahaan minyak dan gas (Migas) yaitu PT Santos, PT Chevron Indonesia, dan PT Total EP Indonesia. Untuk jumlahnya, belum bisa disebutkan nilai dari tiap kontrak. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, pendapatan perseroan Rp 417,4 miliar atau tumbuh 32% dari priode yang sama tahun lalu Rp 315,4 miliar.

Bagikan Dividen

Selain itu, perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp 5,79 miliar atau 20% dari laba bersih 2012 sebesar Rp 28,99 miliar. Kata Misyal A, pembagian dividen sebesar 20% dari laba bersih setara dengan Rp 750 per lembar saham, “Keputusan pembagian dividen ini telah disetujui para pemegang saham dan akan dibayarkan secepatnya setelah urusan administrasi selesai dan ketentuan yang berlaku,”ujarnya.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 100 miliar – Rp 120 miliar untuk penyelesaian kapal dan proyek baru perseroan. Dana capex paling banyak akan dihabiskan untuk kapal pengerukan, sisanya buat proyek lainnya pada tahun ini.

Disebutkan, setiap tahunnya perseroan mengambil dana belanja modal dari pendapatan perseroan sekitar 2 – 3% dan sisanya akan didapatkan dari pinjaman perbankan, “Sekitar 80% capex kita dari perbankan dan sisanya dari kas internal perseroan. Hingga kuartal pertama, belum dipakai, nanti akan dipakai kuartal kedua dan berikutnya,” ungkapnya.

Kuartal tahun ini, perseroan mencatat kenaikan laba bersih 41,9% menjadi Rp 14,9 miliar dibanding periode yang sama 2012 sebesar Rp 10,5 miliar. Disebutkan, peningkatan laba bersih ini didorong peningkatan laba usaha dan stabilitas nilai tukar. Disamping itu, peningkatan laba usaha juga disertai stabilnya kurs yang menyebabkan net profit meningkat.

Sementara untuk pendapatan kuartal pertama, PT Radiant Utama Iriterinsco Tbk mencatatkan pendapatan sebesar Rp 417,4 miliar atau naik 32,3% dibanding realisasi kuartal I tahun lalu sebesar Rp 315,5 miliar. Peningkatan pendapatan ditopang pertumbuhan semua segmen bisnis perseroan, antara lain jasa pendukung operasi naik menjadi Rp 286 miliar dari Rp 219 miliar. Bisnis inspeksi naik menjadi Rp 44,7 miliar dari Rp 33,8 miliar, agensi dan jasa lepas pantai juga naik menjadi Rp 66,7 miliar dari Rp 52,6 miliar. Laba kotor lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Source : Harian Neraca

Posted in Uncategorized.