Radiant Utama Interinsco Mencari Pendanaan Rp 700 Miliar untuk Ekspansi

JAKARTA – PT Radiant Utama Interinsco Tbk mencari dana untuk keperluan ekspansi tahun ini sebesar Rp 700 miliar. Perusahaan kontraktor minyak dan gas bumi (migas) ini berencana menerbitkan obligasi atau menarik pinjaman bank untuk memenuhi kebutuhan tersebut

Kepada KONTAN, Misyal A Bahwal, Sekretaris Perusahaan Radiant menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk mendanai sejumlah proyek. Proyek-proyek itu antara lain, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dan pengeboran blok migas. “Ada tiga proyek PLTMH di Sumatra Barat dan satu PLTP di Sumatra Utara,” ujarnya, Jumat (17/5).

Selain itu, emiten berkode saham RUIS ini juga akan mengebor sumur migas di perbatasan Sumatra Barat dan Riau. Saat ini, Radiant memiliki 51% working interest (WI) di blok migas South West Bukit Barisan. Perusahaan itu akan mengebor satu sumur eksplorasi. Dana yang disiapkan sebesar USS 4 juta atau setara dengan Rp 38,8 miliar.

Tahun lalu, kata Misyal, pihaknya sudah melakukan survei seismik dua dimensi dan tiga dimensi di blok tersebut. Dari hasil surveu itu, diketahui South West Bukit Barisan memiliki cadangan ter-bukti minyak 45 juta barel dan gas sebesar 87 miliar kaki kubik (bcf).

Radiant bakal melakukan eksplorasi blok Bukit Barisan dalam waktu dekat. Anak usaha PT Radiant Nusa Investama ini telah membuat prog-rani kerja dan pendanaan alias ivork program and budget (WPB) dengan SKK Migas akhir tahun lalu.

Manajemen RUIS kini tengah mencari mitra untuk pendanaan kegiatan eksplorasi itu. “Kami targetkan pengeboran paling lambat dilakukan awal tahun depan,” tutur Misyal. Ia berharap, perusahaan segera memperoleh mitra sehingga proses pengeboran ti-dak molor.

Selanjutnya, RUIS pun siap menggarap PLTMH 3 di Gu-111.1nu Sumatra Barat. Kapasitasnya sebesar 6,5 mega watt (MW). Manajemen RUIS berharap, perusahaan sudah bisa melakukan konstruksi PLTMH secepatnya. Saat ini, perusahaan masih melakukan pembebasan lahan.
RUIS akan bertindak sebagai penyedia listrik swasta (IPP) pada proyek PLTMH Gumanti 3 ini. Perusahaan itu telah meneken perjanjian jual beli listrik alias power purchase agreement (PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Harga jual yang telah dise-pakati berkisar Rp 787,2 per kilowatt hour (kwh). Namun, kata Misyal, harga bisa berubah seiring kenaikan tarif dasar listrik (TDL). “Untuk proyek ini, kami menganggarkan investasi sebesar US$ 11 juta. Targetnya, tahun 2015 listrik bisa onstream,” tutur Misyal. Sekedar informasi, RUIS masih menunggu keputusan PPA dari PLN untuk proyek PLTMH Gumanti 1.

PLTMH Gumanti 1 berkapasitas 4 MW. Proyek ini diperkirakan menelan dana sekitar US$ 2 juta. RUIS juga tengah menjalani studi kelayakan atas PLTMH Gumanti 2.

Source : Kontan
Date    : 18 Mei 2013
Narasumber : Misyal A bahwal, Corporate Secretary Radiant Utama

Posted in Uncategorized.

Radiant Utama Interinsco Mencari Pendanaan Rp 700 Miliar untuk Ekspansi

JAKARTA – PT Radiant Utama Interinsco Tbk mencari dana untuk keperluan ekspansi tahun ini sebesar Rp 700 miliar. Perusahaan kontraktor minyak dan gas bumi (migas) ini berencana menerbitkan obligasi atau menarik pinjaman bank untuk memenuhi kebutuhan tersebut

Kepada KONTAN, Misyal A Bahwal, Sekretaris Perusahaan Radiant menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk mendanai sejumlah proyek. Proyek-proyek itu antara lain, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dan pengeboran blok migas. “Ada tiga proyek PLTMH di Sumatra Barat dan satu PLTP di Sumatra Utara,” ujarnya, Jumat (17/5).

Selain itu, emiten berkode saham RUIS ini juga akan mengebor sumur migas di perbatasan Sumatra Barat dan Riau. Saat ini, Radiant memiliki 51% working interest (WI) di blok migas South West Bukit Barisan. Perusahaan itu akan mengebor satu sumur eksplorasi. Dana yang disiapkan sebesar USS 4 juta atau setara dengan Rp 38,8 miliar.

Tahun lalu, kata Misyal, pihaknya sudah melakukan survei seismik dua dimensi dan tiga dimensi di blok tersebut. Dari hasil surveu itu, diketahui South West Bukit Barisan memiliki cadangan ter-bukti minyak 45 juta barel dan gas sebesar 87 miliar kaki kubik (bcf).

Radiant bakal melakukan eksplorasi blok Bukit Barisan dalam waktu dekat. Anak usaha PT Radiant Nusa Investama ini telah membuat prog-rani kerja dan pendanaan alias ivork program and budget (WPB) dengan SKK Migas akhir tahun lalu.

Manajemen RUIS kini tengah mencari mitra untuk pendanaan kegiatan eksplorasi itu. “Kami targetkan pengeboran paling lambat dilakukan awal tahun depan,” tutur Misyal. Ia berharap, perusahaan segera memperoleh mitra sehingga proses pengeboran ti-dak molor.

Selanjutnya, RUIS pun siap menggarap PLTMH 3 di Gu-111.1nu Sumatra Barat. Kapasitasnya sebesar 6,5 mega watt (MW). Manajemen RUIS berharap, perusahaan sudah bisa melakukan konstruksi PLTMH secepatnya. Saat ini, perusahaan masih melakukan pembebasan lahan.
RUIS akan bertindak sebagai penyedia listrik swasta (IPP) pada proyek PLTMH Gumanti 3 ini. Perusahaan itu telah meneken perjanjian jual beli listrik alias power purchase agreement (PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Harga jual yang telah dise-pakati berkisar Rp 787,2 per kilowatt hour (kwh). Namun, kata Misyal, harga bisa berubah seiring kenaikan tarif dasar listrik (TDL). “Untuk proyek ini, kami menganggarkan investasi sebesar US$ 11 juta. Targetnya, tahun 2015 listrik bisa onstream,” tutur Misyal. Sekedar informasi, RUIS masih menunggu keputusan PPA dari PLN untuk proyek PLTMH Gumanti 1.

PLTMH Gumanti 1 berkapasitas 4 MW. Proyek ini diperkirakan menelan dana sekitar US$ 2 juta. RUIS juga tengah menjalani studi kelayakan atas PLTMH Gumanti 2.

Source : Kontan
Date    : 18 Mei 2013
Narasumber : Misyal A bahwal, Corporate Secretary Radiant Utama

Posted in Uncategorized.