Profitalibitas Dua Emiten Jasa Migas Meningkat

Kenaikan profitabilitas Elnusa lebih ditopang oleh efisiensi biaya, sementara pendapatan hanya mampu naik tipis sebesar 1,3%.

JAKARTA – Profitabilitas yang diukur dengan margin kotor, margin usaha, dan margin bersih dua emiten jasa minyak dan gas (migas), PT Radiant Utama Intcrinsco Tbk (RUIS) dan PT Elnusa Tbk (ELSA) meningkat pada tahun laju.

Berdasarkan hasil perhitungan Departemen Riset Finance Today, margin kotor Elnusa naik 549 basis poin, kemudian margin usaha dan margin bersih tercatat positif dari sebelumnya negatif. Sementara margin profitabilitas Radiant meningkat sebesar 153 basis poin hingga 282 basis poin.

Menurut Departemen Riset Finance Today, kenaikan profitabilitas Elnusa lebih ditopang oleh efisiensi biaya, sementara pendapatan hanya mampu naik tipis sebesar 1,3%. Elnusa terlihat mengurangi biaya transportasidan perjalanan, biaya perbaikan dan pemeliharaan, biaya jasa profesional, biaya lain-lain, serta mengurangi pembelian. Beban pokok perseroan turun sebesar 4,6% dan beban usaha turun 2,7%.

Seiring dengan menurunnya utang kena bunga, beban keuangan Elnusa juga menurun, sehingga margin bersih naik dari negatif 0,91% menjadi positif 2,68%. Utang kena bunga Elnusa tercatat berkurang 6,5%, paska pembelian kembali wesel bayar senilai US$ 50 juta.

Dengan meningkatnyaprofitabilitas, laba kotor Elnusa tercatat naik signifikan sebesar 93,1% menjadi Rp 551 miliar. Keuntungan operasional juga meningkat signifikan dari rugi Rp 22 miliar menjadi laba Rp 252 miliar. Sementara itu laba bersih tercatat senilai Rp 128 miliar, tahun sebelumnya rugi Rp 43 miliar.

Pada perdagangan Selasa, har-ga saham Elnusa stagnan di level Rp 192.

Radiant tercatat memiliki profitabilitas yang lebih tinggi dari Elnusa. Selama 2012, Radiant mendapat kontrak jasa migas yang lebih banyak, serta terdapat beberapa kontrak yang telah habis, kemudian diperpanjang lagi konsumen, seperti kontrak dengan Santos (Madura Offshore) Pty Ltd dan PT Chevron Pacific Indonesia. Secara tahunan, pendapatan Radiant pada tahun 2012 naik 37,7% menjadi Rp 1,6 triliun.

Menurut Departemen Riset Finance Today, kontrak baru yang diperoleh Radiant memberikan margin keuntungan yang lebih tingi dibanding periode yang sama tahun lalu, sehingga secara konsolidasi margin mengalami peningkatan.

Dengan kenaikan margin kotor sebesar 175 basis poin, laba kotor Radiant berhasil naik 56,3% menjadi Rp 235 miliar. Laba usaha naik signifikan sebesar 113% dan laba bersih meningkat hingga 793% menjadi Rp 29 miliar.

Sofwan Farisyi, Presiden Direktur Radiant Utama, mengatakan kontribusi pendapatan terbesar berasal dari jasa pendukung operasi yang mencapai Rp 1,08 triliun, naik 43,5% dibanding realisasi 2011. Jasa pendukung operasi meliputi jasa pengeboran onshore (darat), jasa pengangkutan, jasa konsultasi dan pelatihan, jasa penyedia tenaga ahli, dan jasa konstruksi galangan kapal.

Selain itu, pendapatan Radiant ditopang dari jasa agensi dan kegiatan lepas pantai sebesar Rp 362 miliar.

“Sisanya berasal dari inspeksi sebesar Rp 140,8 miliar, naik 18,6% dibanding 2011. Sementara pendapatan lain-lain turun dari Rp 84,3 miliar di2011 menjadi Rp 16,1 miliar di tahun lalu,” kata dia dalam laporan keuangan perseroan.

Pendapatan Radiant terbesar berasal dari kontrak dengan Santos Pty Ltd, Chevron Pacific dan Total EP Indonesie.

Radiant tercatat mendapat kontrak perpanjangan dengan Santos Pty mengenai Mobile Offshore Project Unit (MOPU) Operating Services untuk mendukung proyek Santos Maleo Development. Sementara dengan Chevron, Radiant meraih kontrak untuk jasa pengoperasioan enam unit hoist hingga 2014.

Pada perdagangan Selasa, harga saham Radiant naik Rp 5 atau 2,08% ke level Rp 245 dibanding penutupan perdagangan Senin.

Target

Pada tahun ini, baik Radiant maupun Elnusa menargetkan pertumbuhan pendapatanminimal 10%. Misyal A Bahwal, Sekretaris Perusahaan Radiant Utama, mengatakan target pertumbuhan pendapatan berdasarkan hitungan secara konservatif dengan sedikit penyesuaian kontrak, namun belum memperhitungkan kemungkinan lain seperti aksi korporasi, dan akuisisi.

Misyal mengatakan belum bisa menyebutkan secara rinci target kontribusi per unit bisnis terhadap target pencapaian pendapatan dan laba pada tahun ini. Namun nilai kontrak yang dipegang perseroan (on hand contract) cenderung stabil seperti tahun lalu.

Hingga pertengahan tahun lalu Radiant telah memperoleh kontrak sebesar Rp 2,7 triliun hingga 2016.-

Fajriyah Usman, Vice President Corporate Secretary Elnusa, mengatakan Elnusa menargetkan kenaikan pendapatan tahun ini menjadi Rp 5,279 triliun. “Elnusa yakin target 2013 bisa tercapai bahkan mungkin terlampaui karena pencapaian hingga kuartal 1 sudah on track,” kata dia.

Source : Indonesia Finance Today

Date     : 4 April 2013

Posted in Uncategorized.

Profitalibitas Dua Emiten Jasa Migas Meningkat

Kenaikan profitabilitas Elnusa lebih ditopang oleh efisiensi biaya, sementara pendapatan hanya mampu naik tipis sebesar 1,3%.

JAKARTA – Profitabilitas yang diukur dengan margin kotor, margin usaha, dan margin bersih dua emiten jasa minyak dan gas (migas), PT Radiant Utama Intcrinsco Tbk (RUIS) dan PT Elnusa Tbk (ELSA) meningkat pada tahun laju.

Berdasarkan hasil perhitungan Departemen Riset Finance Today, margin kotor Elnusa naik 549 basis poin, kemudian margin usaha dan margin bersih tercatat positif dari sebelumnya negatif. Sementara margin profitabilitas Radiant meningkat sebesar 153 basis poin hingga 282 basis poin.

Menurut Departemen Riset Finance Today, kenaikan profitabilitas Elnusa lebih ditopang oleh efisiensi biaya, sementara pendapatan hanya mampu naik tipis sebesar 1,3%. Elnusa terlihat mengurangi biaya transportasidan perjalanan, biaya perbaikan dan pemeliharaan, biaya jasa profesional, biaya lain-lain, serta mengurangi pembelian. Beban pokok perseroan turun sebesar 4,6% dan beban usaha turun 2,7%.

Seiring dengan menurunnya utang kena bunga, beban keuangan Elnusa juga menurun, sehingga margin bersih naik dari negatif 0,91% menjadi positif 2,68%. Utang kena bunga Elnusa tercatat berkurang 6,5%, paska pembelian kembali wesel bayar senilai US$ 50 juta.

Dengan meningkatnyaprofitabilitas, laba kotor Elnusa tercatat naik signifikan sebesar 93,1% menjadi Rp 551 miliar. Keuntungan operasional juga meningkat signifikan dari rugi Rp 22 miliar menjadi laba Rp 252 miliar. Sementara itu laba bersih tercatat senilai Rp 128 miliar, tahun sebelumnya rugi Rp 43 miliar.

Pada perdagangan Selasa, har-ga saham Elnusa stagnan di level Rp 192.

Radiant tercatat memiliki profitabilitas yang lebih tinggi dari Elnusa. Selama 2012, Radiant mendapat kontrak jasa migas yang lebih banyak, serta terdapat beberapa kontrak yang telah habis, kemudian diperpanjang lagi konsumen, seperti kontrak dengan Santos (Madura Offshore) Pty Ltd dan PT Chevron Pacific Indonesia. Secara tahunan, pendapatan Radiant pada tahun 2012 naik 37,7% menjadi Rp 1,6 triliun.

Menurut Departemen Riset Finance Today, kontrak baru yang diperoleh Radiant memberikan margin keuntungan yang lebih tingi dibanding periode yang sama tahun lalu, sehingga secara konsolidasi margin mengalami peningkatan.

Dengan kenaikan margin kotor sebesar 175 basis poin, laba kotor Radiant berhasil naik 56,3% menjadi Rp 235 miliar. Laba usaha naik signifikan sebesar 113% dan laba bersih meningkat hingga 793% menjadi Rp 29 miliar.

Sofwan Farisyi, Presiden Direktur Radiant Utama, mengatakan kontribusi pendapatan terbesar berasal dari jasa pendukung operasi yang mencapai Rp 1,08 triliun, naik 43,5% dibanding realisasi 2011. Jasa pendukung operasi meliputi jasa pengeboran onshore (darat), jasa pengangkutan, jasa konsultasi dan pelatihan, jasa penyedia tenaga ahli, dan jasa konstruksi galangan kapal.

Selain itu, pendapatan Radiant ditopang dari jasa agensi dan kegiatan lepas pantai sebesar Rp 362 miliar.

“Sisanya berasal dari inspeksi sebesar Rp 140,8 miliar, naik 18,6% dibanding 2011. Sementara pendapatan lain-lain turun dari Rp 84,3 miliar di2011 menjadi Rp 16,1 miliar di tahun lalu,” kata dia dalam laporan keuangan perseroan.

Pendapatan Radiant terbesar berasal dari kontrak dengan Santos Pty Ltd, Chevron Pacific dan Total EP Indonesie.

Radiant tercatat mendapat kontrak perpanjangan dengan Santos Pty mengenai Mobile Offshore Project Unit (MOPU) Operating Services untuk mendukung proyek Santos Maleo Development. Sementara dengan Chevron, Radiant meraih kontrak untuk jasa pengoperasioan enam unit hoist hingga 2014.

Pada perdagangan Selasa, harga saham Radiant naik Rp 5 atau 2,08% ke level Rp 245 dibanding penutupan perdagangan Senin.

Target

Pada tahun ini, baik Radiant maupun Elnusa menargetkan pertumbuhan pendapatanminimal 10%. Misyal A Bahwal, Sekretaris Perusahaan Radiant Utama, mengatakan target pertumbuhan pendapatan berdasarkan hitungan secara konservatif dengan sedikit penyesuaian kontrak, namun belum memperhitungkan kemungkinan lain seperti aksi korporasi, dan akuisisi.

Misyal mengatakan belum bisa menyebutkan secara rinci target kontribusi per unit bisnis terhadap target pencapaian pendapatan dan laba pada tahun ini. Namun nilai kontrak yang dipegang perseroan (on hand contract) cenderung stabil seperti tahun lalu.

Hingga pertengahan tahun lalu Radiant telah memperoleh kontrak sebesar Rp 2,7 triliun hingga 2016.-

Fajriyah Usman, Vice President Corporate Secretary Elnusa, mengatakan Elnusa menargetkan kenaikan pendapatan tahun ini menjadi Rp 5,279 triliun. “Elnusa yakin target 2013 bisa tercapai bahkan mungkin terlampaui karena pencapaian hingga kuartal 1 sudah on track,” kata dia.

Source : Indonesia Finance Today

Date     : 4 April 2013

Posted in Uncategorized.