Laba Bersih Radiant dan Elnusa Meningkat

Peningkatan kinerja Elnusa didorong kenaikan utilisasi peralatan operasi, khususnya di jasa hulu migas.

JAKARTA – Laba bersih dua emiten jasa hulu minyak dan gas (migas), PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) naik signifikan di kuartal I 2013. Laba bersih Elnusa naik 131% dan Radiant meningkat 41,9%.

Sri Purwanto, Head of Corporate Communication Elnusa, mengatakan laba bersih Elnusa kuartal I 2013 mencapai Rp 35 miliar, naik 131% dibanding periode yang sama 2012 sebesar Rp 15 miliar. “Pencapaian kuartal I merupakan 25% dari target laba bersih 2013 sebesar Rp 139 miliar,” kata dia, Kamis.

Menurut Sri Purwanto, kenaikan laba bersih diikuti dengan peningkatan margin bersih dari 1% di kuartal I tahun lalu menjadi 3%. Pencapaian tersebut didorong peningkatan utilisasi peralatan operasi, khususnya di jasa hulu migas.

Hingga kuartal I, Elnusa telah meraih kontrak senilai US$ 231 juta, sebesar 66% di antaranya akan direalisasikan tahun ini.

“Dengan pencapaian ini kami yakin telah berada di jalur yang tepat dan mampu mencapai target yang ditetapkan untuk 2013,” kata dia.

Elnusa menargetkan pendapatan tahun ini naik 10% dibanding realisasi pendapatan 2012 sebesar Rp 4,77 triliun. Fajriyah Usman, Vice President Corporate Secretary Elnusa, sebelumnya mengungkapkan Elnusa menargetkan kenaikan pendapatan tahun ini menjadi Rp 5,279 triliun.

Pada perdagangan Kamis, harga saham Elnusa turun Rp 5 atau 2,08% ke level Rp 235 dibanding penutupan perdagangan Rabu.

Faktor Kurs

Radiant juga mencatat kenaikan laba bersih sebesar 41,9% menjadi Rp 14,9 miliar dibanding periode yang sama 2012 sebesar Rp 10,5 miliar. Misyal A Bahwal, Corporate Secretary Radiant, mengatakan peningkatan laba bersih didorong peningkatan laba usaha dan stabilitas nilai tukar.

“Operating profit (laba usaha) meningkat akibat bisnis yangtumbuh disertai stabilnya kurs menyebabkan net profit meningkat,” ujar dia kepada Finance Today, Kamis.

Radiant meraih pendapatan sebesar Rp 417,4 miliar di kuartal I 2013, naik 32,3% dibanding realisasi kuartal I tahun lalu sebesar Rp 315,5 miliar. Peningkatan pendapatan ditopang pertumbuhan semua segmen bisnis perseroan, antara lain jasa pendukung operasi naik menjadi Rp 286 miliar dari Rp 219 miliar.

Bisnis inspeksi naik menjadi Rp 44,7 miliar dari Rp 33,8 miliar, agensi dan jasa lepas pantai juga naik menjadi Rp 66,7 miliar dari Rp 52,6 miliar. “Karena pendapatan semua segmen bisnis naik, maka total pendapatan kami pada kuartal I 2013 juga naik,” tukas Misyal.

Meski beban langsung juga naik 36% menjadi Rp 355,4 miliar dari Rp 261,4 miliar seiring dengan peningkatan pendapatan, laba kotor Radiant tetap lebih tinggi dibandingkan kuartal I 2012, yakni menjadi Rp 62 miliar dari Rp 54 miliar. “Laba usaha juga naik menjadi Rp 35,6 miliar dari Rp 32,5 miliar pada kuartal I 2013,” kata dia.

Selain itu, peningkatan laba bersih ini juga dipicu dari penurunan rugi- kurs perseroanpada tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pada kuartal I 2013 ini perseroan mengalami penurunan rugi kurs yang signifikan menjadi Rp 514 juta dari Rp 5,9 miliar pada kuartal I 2012. Selain itu, beban lain-lain juga turun menjadi Rp 355 juta dari Rp 5,6 miliar.

Namun, dari sisi beban bunga dan keuangan mengalami peningkatan menjadi Rp 14,2 miliar dari Rp 11,8 miliar. Dengan demikian, laba sebelum pajak perseroan mencapai Rp 21,7 miliar dari Rp 15,1 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu.

“Dikurangi beban pajak penghasilan yang naik menjadi Rp 6,8 miliar dari Rp 4,6 miliar, laba bersih tahun berjalan pada kuartal I 2013 mencapai Rp 14,9 miliar dari Rp 10,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu,” kata dia.

Misyal sebelumnya mengatakan Radiant menargetkan pendapatan pada 2013 tumbuh minimal 10% dibanding realisasi pendapatan pada 2012 yang mencapai Rp 1,6 triliun. Target tersebut baru berdasarkan hitungan secara konservatif dengan sedikit penyesuaian kontrak, tapi belum memperhitungkan kemungkinan lain seperti aksi korporasi, akuisisi, dan sebagainya.

Radiant membukukan pendapatan pada 2012 sekitar Rp 1,6 triliun, naik 38% dibanding pendapatan pada 2011 sebesar Rp 1,16 triliun. Sementara laba bersih naik hampir tujuh kali lipat menjadi Rp 25 miliar dari laba bersih pada 2011 sebesar Rp 3,24 miliar.

Pada perdagangan Kamis, harga saham Radiant turun Rp 10 atau 3,45% ke level Rp 280 dibanding penutupan perdagangan Rabu.

Source : Indonesia Finance Today

Date    : 03 Mei 2013

Posted in Uncategorized.

Laba Bersih Radiant dan Elnusa Meningkat

Peningkatan kinerja Elnusa didorong kenaikan utilisasi peralatan operasi, khususnya di jasa hulu migas.

JAKARTA – Laba bersih dua emiten jasa hulu minyak dan gas (migas), PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) naik signifikan di kuartal I 2013. Laba bersih Elnusa naik 131% dan Radiant meningkat 41,9%.

Sri Purwanto, Head of Corporate Communication Elnusa, mengatakan laba bersih Elnusa kuartal I 2013 mencapai Rp 35 miliar, naik 131% dibanding periode yang sama 2012 sebesar Rp 15 miliar. “Pencapaian kuartal I merupakan 25% dari target laba bersih 2013 sebesar Rp 139 miliar,” kata dia, Kamis.

Menurut Sri Purwanto, kenaikan laba bersih diikuti dengan peningkatan margin bersih dari 1% di kuartal I tahun lalu menjadi 3%. Pencapaian tersebut didorong peningkatan utilisasi peralatan operasi, khususnya di jasa hulu migas.

Hingga kuartal I, Elnusa telah meraih kontrak senilai US$ 231 juta, sebesar 66% di antaranya akan direalisasikan tahun ini.

“Dengan pencapaian ini kami yakin telah berada di jalur yang tepat dan mampu mencapai target yang ditetapkan untuk 2013,” kata dia.

Elnusa menargetkan pendapatan tahun ini naik 10% dibanding realisasi pendapatan 2012 sebesar Rp 4,77 triliun. Fajriyah Usman, Vice President Corporate Secretary Elnusa, sebelumnya mengungkapkan Elnusa menargetkan kenaikan pendapatan tahun ini menjadi Rp 5,279 triliun.

Pada perdagangan Kamis, harga saham Elnusa turun Rp 5 atau 2,08% ke level Rp 235 dibanding penutupan perdagangan Rabu.

Faktor Kurs

Radiant juga mencatat kenaikan laba bersih sebesar 41,9% menjadi Rp 14,9 miliar dibanding periode yang sama 2012 sebesar Rp 10,5 miliar. Misyal A Bahwal, Corporate Secretary Radiant, mengatakan peningkatan laba bersih didorong peningkatan laba usaha dan stabilitas nilai tukar.

“Operating profit (laba usaha) meningkat akibat bisnis yangtumbuh disertai stabilnya kurs menyebabkan net profit meningkat,” ujar dia kepada Finance Today, Kamis.

Radiant meraih pendapatan sebesar Rp 417,4 miliar di kuartal I 2013, naik 32,3% dibanding realisasi kuartal I tahun lalu sebesar Rp 315,5 miliar. Peningkatan pendapatan ditopang pertumbuhan semua segmen bisnis perseroan, antara lain jasa pendukung operasi naik menjadi Rp 286 miliar dari Rp 219 miliar.

Bisnis inspeksi naik menjadi Rp 44,7 miliar dari Rp 33,8 miliar, agensi dan jasa lepas pantai juga naik menjadi Rp 66,7 miliar dari Rp 52,6 miliar. “Karena pendapatan semua segmen bisnis naik, maka total pendapatan kami pada kuartal I 2013 juga naik,” tukas Misyal.

Meski beban langsung juga naik 36% menjadi Rp 355,4 miliar dari Rp 261,4 miliar seiring dengan peningkatan pendapatan, laba kotor Radiant tetap lebih tinggi dibandingkan kuartal I 2012, yakni menjadi Rp 62 miliar dari Rp 54 miliar. “Laba usaha juga naik menjadi Rp 35,6 miliar dari Rp 32,5 miliar pada kuartal I 2013,” kata dia.

Selain itu, peningkatan laba bersih ini juga dipicu dari penurunan rugi- kurs perseroanpada tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pada kuartal I 2013 ini perseroan mengalami penurunan rugi kurs yang signifikan menjadi Rp 514 juta dari Rp 5,9 miliar pada kuartal I 2012. Selain itu, beban lain-lain juga turun menjadi Rp 355 juta dari Rp 5,6 miliar.

Namun, dari sisi beban bunga dan keuangan mengalami peningkatan menjadi Rp 14,2 miliar dari Rp 11,8 miliar. Dengan demikian, laba sebelum pajak perseroan mencapai Rp 21,7 miliar dari Rp 15,1 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu.

“Dikurangi beban pajak penghasilan yang naik menjadi Rp 6,8 miliar dari Rp 4,6 miliar, laba bersih tahun berjalan pada kuartal I 2013 mencapai Rp 14,9 miliar dari Rp 10,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu,” kata dia.

Misyal sebelumnya mengatakan Radiant menargetkan pendapatan pada 2013 tumbuh minimal 10% dibanding realisasi pendapatan pada 2012 yang mencapai Rp 1,6 triliun. Target tersebut baru berdasarkan hitungan secara konservatif dengan sedikit penyesuaian kontrak, tapi belum memperhitungkan kemungkinan lain seperti aksi korporasi, akuisisi, dan sebagainya.

Radiant membukukan pendapatan pada 2012 sekitar Rp 1,6 triliun, naik 38% dibanding pendapatan pada 2011 sebesar Rp 1,16 triliun. Sementara laba bersih naik hampir tujuh kali lipat menjadi Rp 25 miliar dari laba bersih pada 2011 sebesar Rp 3,24 miliar.

Pada perdagangan Kamis, harga saham Radiant turun Rp 10 atau 3,45% ke level Rp 280 dibanding penutupan perdagangan Rabu.

Source : Indonesia Finance Today

Date    : 03 Mei 2013

Posted in Uncategorized.