Kemampuan Bayar Beban Bunga Dua Emiten Jasa Hulu Migas Meningkat

Peningkatan kemampuan bayar beban bunga Elnusa dan Radiant disebabkan kenaikan kas dari aktivitas operasi.

JAKARTA – Kemampuan bayar beban bunga (interest coverage ratio) dua emiten jasa hulu minyak dan gas bumi, yaitu PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS), pada 2012 meningkatkan dibanding 2011. Menurut Departemen Riset Finance Today, kemampuan bayar beban bunga Elnusa pada 2012 naik 3,57 kali menjadi 6,88 kab dibanding 2011, sementara Radiant naik 0,67 kali menjadi 3,21 kali.

Kemampuan bayar beban bunga diukur dengan interest coverage ratio, yaitu rasio antara laba sebelum beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) terhadap beban bunga.

Menurut Departemen Riset Finance Today, peningkatan kemampuan bayar beban bunga Elnusa dan Radiant disebabkan kenaikan kas dari aktivitas operasi (tercermin dari perolehan EBITDA). Di sisi lain, kedua emiten juga mengurangi penggunaan utang kena bunga untuk menopang aktivitas operasi.

Sri Purwanto, Head of Corporate Communications Elnusa, mengakui peningkatan kemampuan bayar beban bunga Elnusa karena peningkatan EBITDA sebesar 98% menjadi Rp 607 miliar dari Rp 307 miliar pada 2011. Sementara beban bunga turun 5% menjadi Rp 88 miliar dari Rp 93 miliar. Sehingga kemampuan bayar beban bunga Elnusa melalui rasio EBITDA terhadap beban bunga meningkat.

“Kemampuan bayar beban bunga kami memang benar meningkat karena rasio EBITDA dibanding beban bunga pada 2012 sebesar 6,86 kah, dibanding 2011 yang 3.30 kali,” ujar dia kepada Finance Today.

Sri optimistis Elnusa bisa mempertahankan kemampuan bayar beban bunga pada tahun ini. Elnusa menargetkan investasi dalam lima tahuh ke depan mencapai USS 400 juta. “Elnusa sedang mengkaji rencana rights issue dan obligasi tahun ini untuk mendukung rencana ekspansi perseroan dari jasa hulu migas menjadi perusahaan energi nasional,” kata dia.

Menurut Departemen Riset Finance Today, rasio utang kena bunga terhadap ekuitas Elnusa juga menurun, yakni sebesar 0,07 kali menjadi 048 kali. Hal ini menunjukkan bahwa nilai utang kena bunga perseroan menurun, sehingga beban bunga yang dibayar ikut turun.

Pada Februari 2012, Elnusa membeli kembali wesel bayar yang diterbitkan oleh Oversea-Chinese Banking senilai US$ 50 juta. Sayangnya, wesel tersebut dibeli dengan menggunakan fasilitas kredit baru, sehingga nilai utang kena bunga hanya turun tipis, yakni 6% menjadi Rp 967 miliar.

Dengan demikian, beban bunga dan keuangan juga hanya turun tipis sebesar 5% menjadi Rp 88 miliar.

Sementara kemampuan bayar beban bunga Radiant juga naik 0,67 kali menjadi 3,21 kali pada 2012 dari 2.54 kali.

Misyal A. Bahwa!, Sekretaris Perusahaan Radiant Utama, mengatakan peningkatan kemampuan bayar beban bunga perseroan pada 2012 karena EBITDA naik 62% menjadi Rp 180 miliar dari Rp 111 miliar pada 2011. Namun di sisi beban bunga pada tahun lalu juga naik 28% menjadi Rp 56 miliar dari Rp 44 miliar seiring dengan peningkatan belanja modal perseroan.

“Beban bunga kami juga meningkat karena seiring dengan peningkatan belanja modal (working capital)- Ini juga dilakukan untuk mengejar kenaikan pendapatan,” tutur dia.

Departemen Riset Finance Today menilai peningkatan kemampuan bayar beban bunga Radiant karena meski rasio utang kena bunga terhadap ekuitas perseroan menurun, beban bunga yang dibayar malah meningkat. Namun sisi positifnya adalah Radiant mampu membukukan kenaikan EBITDA yang cukup signifikan sebesar 62% menjadi Rp 180 miliar.

Nilai utang kena bunga Radiant tercatat turun sebesar 20% menjadi Rp 673 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa Radiant cukup rajin dalam melakukan pembayaran utang. Di tengah penurunan nilai utang, beban bunga justru naik 28% menjadi Rp 56 miliar.

Kontrak

Menurut Departemen Riset Finance Today, beberapa kontrak jangka panjang yang telah diperoleh kedua emiten jasa migas telah berhasil meningkatkan arus kas dari aktivitas operasi. Dengan kontrak yang sudah dipegang, terdapat potensi yang cukup besar bagi kedua emiten untuk meningkatkan kinerja keuangan tahun ini.

Misyal mengatakan sampai kuartal I 2013, Radiant sudah memperoleh kontrak (on hand contract) sebesar Rp 2,7 triliun, namun kontrak yang sudah diperoleh dari tahun lalu dan belum ada kontrak baru.

Radiant menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh minimal 10% menjadi sekitar Rp 1,7 triliun dari tahun lalu yang sebesar Rp 1,6 triliun.

Source : Indonesia Finance Today

Date    : 11 April 2013

Posted in Uncategorized.

Kemampuan Bayar Beban Bunga Dua Emiten Jasa Hulu Migas Meningkat

Peningkatan kemampuan bayar beban bunga Elnusa dan Radiant disebabkan kenaikan kas dari aktivitas operasi.

JAKARTA – Kemampuan bayar beban bunga (interest coverage ratio) dua emiten jasa hulu minyak dan gas bumi, yaitu PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS), pada 2012 meningkatkan dibanding 2011. Menurut Departemen Riset Finance Today, kemampuan bayar beban bunga Elnusa pada 2012 naik 3,57 kali menjadi 6,88 kab dibanding 2011, sementara Radiant naik 0,67 kali menjadi 3,21 kali.

Kemampuan bayar beban bunga diukur dengan interest coverage ratio, yaitu rasio antara laba sebelum beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) terhadap beban bunga.

Menurut Departemen Riset Finance Today, peningkatan kemampuan bayar beban bunga Elnusa dan Radiant disebabkan kenaikan kas dari aktivitas operasi (tercermin dari perolehan EBITDA). Di sisi lain, kedua emiten juga mengurangi penggunaan utang kena bunga untuk menopang aktivitas operasi.

Sri Purwanto, Head of Corporate Communications Elnusa, mengakui peningkatan kemampuan bayar beban bunga Elnusa karena peningkatan EBITDA sebesar 98% menjadi Rp 607 miliar dari Rp 307 miliar pada 2011. Sementara beban bunga turun 5% menjadi Rp 88 miliar dari Rp 93 miliar. Sehingga kemampuan bayar beban bunga Elnusa melalui rasio EBITDA terhadap beban bunga meningkat.

“Kemampuan bayar beban bunga kami memang benar meningkat karena rasio EBITDA dibanding beban bunga pada 2012 sebesar 6,86 kah, dibanding 2011 yang 3.30 kali,” ujar dia kepada Finance Today.

Sri optimistis Elnusa bisa mempertahankan kemampuan bayar beban bunga pada tahun ini. Elnusa menargetkan investasi dalam lima tahuh ke depan mencapai USS 400 juta. “Elnusa sedang mengkaji rencana rights issue dan obligasi tahun ini untuk mendukung rencana ekspansi perseroan dari jasa hulu migas menjadi perusahaan energi nasional,” kata dia.

Menurut Departemen Riset Finance Today, rasio utang kena bunga terhadap ekuitas Elnusa juga menurun, yakni sebesar 0,07 kali menjadi 048 kali. Hal ini menunjukkan bahwa nilai utang kena bunga perseroan menurun, sehingga beban bunga yang dibayar ikut turun.

Pada Februari 2012, Elnusa membeli kembali wesel bayar yang diterbitkan oleh Oversea-Chinese Banking senilai US$ 50 juta. Sayangnya, wesel tersebut dibeli dengan menggunakan fasilitas kredit baru, sehingga nilai utang kena bunga hanya turun tipis, yakni 6% menjadi Rp 967 miliar.

Dengan demikian, beban bunga dan keuangan juga hanya turun tipis sebesar 5% menjadi Rp 88 miliar.

Sementara kemampuan bayar beban bunga Radiant juga naik 0,67 kali menjadi 3,21 kali pada 2012 dari 2.54 kali.

Misyal A. Bahwa!, Sekretaris Perusahaan Radiant Utama, mengatakan peningkatan kemampuan bayar beban bunga perseroan pada 2012 karena EBITDA naik 62% menjadi Rp 180 miliar dari Rp 111 miliar pada 2011. Namun di sisi beban bunga pada tahun lalu juga naik 28% menjadi Rp 56 miliar dari Rp 44 miliar seiring dengan peningkatan belanja modal perseroan.

“Beban bunga kami juga meningkat karena seiring dengan peningkatan belanja modal (working capital)- Ini juga dilakukan untuk mengejar kenaikan pendapatan,” tutur dia.

Departemen Riset Finance Today menilai peningkatan kemampuan bayar beban bunga Radiant karena meski rasio utang kena bunga terhadap ekuitas perseroan menurun, beban bunga yang dibayar malah meningkat. Namun sisi positifnya adalah Radiant mampu membukukan kenaikan EBITDA yang cukup signifikan sebesar 62% menjadi Rp 180 miliar.

Nilai utang kena bunga Radiant tercatat turun sebesar 20% menjadi Rp 673 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa Radiant cukup rajin dalam melakukan pembayaran utang. Di tengah penurunan nilai utang, beban bunga justru naik 28% menjadi Rp 56 miliar.

Kontrak

Menurut Departemen Riset Finance Today, beberapa kontrak jangka panjang yang telah diperoleh kedua emiten jasa migas telah berhasil meningkatkan arus kas dari aktivitas operasi. Dengan kontrak yang sudah dipegang, terdapat potensi yang cukup besar bagi kedua emiten untuk meningkatkan kinerja keuangan tahun ini.

Misyal mengatakan sampai kuartal I 2013, Radiant sudah memperoleh kontrak (on hand contract) sebesar Rp 2,7 triliun, namun kontrak yang sudah diperoleh dari tahun lalu dan belum ada kontrak baru.

Radiant menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh minimal 10% menjadi sekitar Rp 1,7 triliun dari tahun lalu yang sebesar Rp 1,6 triliun.

Source : Indonesia Finance Today

Date    : 11 April 2013

Posted in Uncategorized.