Aset Radiant Lebih Produktif

JAKARTA – PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) tercatat memiliki perputaran aset lebih cepat dibanding emiten jasa migas lain, PT Elnusa Tbk (ELSA). Menurut Departemen Riset Finance Today, hal ini menunjukan bahwa aset yang dimiliki Radiant tercatat lebih produktif dalam menghasilkan pendapatan.

Selain lebih produktif, pada kuartal I 2013 perputaran aset Radiant naik 3% menjadi 34%. Sementara Elnusa memiliki perputaran aset yang turun 1% menjadi 24%. Dengan aset yang meningkat sebesar 19%, pendapatan Radiant mampu naik sebesar 32% menjadi Rp 417 miliar.

Aset Radiant yang tercatat meningkat cukup signifikan adalah kas, piutang usaha, dan aset eksplorasi. Selain berasal dari pelanggan, tambahan kas perusahaan juga diperoleh dari utang bank jangka pendek. Utang bank tersebut digunakan untuk membiayai modal kerja sejumlah proyek, seperti proyek Mobile Offshore Production Unit (MOPU) dan River Crossing.

Menurut Departemen Riset

Finance Today, tambahan kas yang berasal dari utang bank jangka pendek tersebut telah produktif meningkatkan pendapatan Radiant. Kas perusahaan tercatat lebih tinggi 39% menjadi Rp 118 miliar.

Selain kas, aset lain yang telah produktif meningkatkan pendapatan adalah aset eksplorasi. Aset eksplorasi yang dimaksud adalah sejumlah pembayaran kepada SKK Migas sehubungan dengan penandatanganan kesepakatan kontrak bagi hasil atas dua sumur di Blok Bukit Barisan.

Radiant meraih pendapatan sebesar Rp 417,4 miliar di kuartal I 2013, naik 32,3% diban-ding realisasi kuartal I tahun lalu sebesar Rp 315,5 miliar. Peningkatan pendapatan ditopang pertumbuhan semua segmen bisnis perseroan, antara lain jasa pendukung operasi naik menjadi Rp 286 miliar dari Rp 219 miliar. Bisnis inspeksi naik menjadi Rp 44,7 miliar dari Rp 33,8 miliar, agensi dan jasa lepas pantai juga naik menjadi Rp 66,7 miliar dari Rp 52,6 miliar.

“Karena pendapatan semua segmen bisnis naik, maka total pendapatan kami pada kuartal I 2013 juga naik,” tukas Misyal A Bahwal, Corporate Secretary Radiant.

Kontribusi pendapatan terbesar Radiant berasal dari jasa pendukung operasi. Jasa pendukung operasi meliputi jasa pengeboran onshore (darat), jasa pengangkutan, jasa konsultasi dan pelatihan, jasa penyedia tenaga ahli, dan jasa konstruksi galangan kapal. Selain itu, pendapatan Radiant ditopang dari jasa agensi dan kegiatan lepas pantai.

Pada perdagangan Jumat, harga saham Radiant stagnan di level Rp 285

Naik Tipis

Dengan aset yang hanya meningkat tipis sebesar 2%, pendapatan Elnusa turun sebesar 4% menjadi Rp 1,05 triliun. Aset Elnusa yang meningkat hanya kas, piutang, beban dibayar dimuka, dan aset pajak tangguhan. Namun tambahanaset-aset tersebut dinilai belum produktif meningkatkan pendapatan Elnusa, terutama aset pajak tangguhan yang tidak memiliki dampak langsung terhadap kinerja perusahaan.

Di sisi lain, aset tetap Elnusa mengalami penurunan sebesar 19%. Departemen Riset Finance Today menilai, aset tetap terutama mesin dan peralatan lebih banyak menunjang aktivitas operasi perusahaan. Dengan begitu, jika aset tetap menurun, pendapatan juga berpotensi menurun.

Elnusa menargetkan pendapatan tahun ini naik 10% dibanding realisasi pendapatan 2012 sebesar Rp 4,77 triliun.

Fajriyah Usman, Vice President Corporate Secretary Elnusa,sebelumnya mengungkapkan Elnusa menargetkan kenaikan pendapatan tahun ini menjadi Rp 5.279 triliun. Hingga kuartal I, Elnusa telah meraih kontrak senilai US$ 231 juta, sebesar 66% di antaranya akan direalisasikan tahun ini.

Namun menurut Departemen Riset Finance Today, pada kuartal 12013, Departemen Riset Finance Today melihat belanja modal Elnusa kurang agresif dibanding kuartal I 2012. Hal ini dapat terlihat dari kas yang dikeluarkan untuk pembelian aset tetap yang jumlahnya lebih rendah 60,4% menjadi Rp 13 1ml1.it

Pada perdagangan Jumat harga saham Elnusa stagnan di level Rp 250.

Source : Indonesia Finance Today (Rahmawati, Wilda Asmarini)
Date : 20 May 2013
Narasumber    Misyal A bahwal, Corporate Secretary Radiant Utama

Posted in Uncategorized.

Aset Radiant Lebih Produktif

JAKARTA – PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) tercatat memiliki perputaran aset lebih cepat dibanding emiten jasa migas lain, PT Elnusa Tbk (ELSA). Menurut Departemen Riset Finance Today, hal ini menunjukan bahwa aset yang dimiliki Radiant tercatat lebih produktif dalam menghasilkan pendapatan.

Selain lebih produktif, pada kuartal I 2013 perputaran aset Radiant naik 3% menjadi 34%. Sementara Elnusa memiliki perputaran aset yang turun 1% menjadi 24%. Dengan aset yang meningkat sebesar 19%, pendapatan Radiant mampu naik sebesar 32% menjadi Rp 417 miliar.

Aset Radiant yang tercatat meningkat cukup signifikan adalah kas, piutang usaha, dan aset eksplorasi. Selain berasal dari pelanggan, tambahan kas perusahaan juga diperoleh dari utang bank jangka pendek. Utang bank tersebut digunakan untuk membiayai modal kerja sejumlah proyek, seperti proyek Mobile Offshore Production Unit (MOPU) dan River Crossing.

Menurut Departemen Riset

Finance Today, tambahan kas yang berasal dari utang bank jangka pendek tersebut telah produktif meningkatkan pendapatan Radiant. Kas perusahaan tercatat lebih tinggi 39% menjadi Rp 118 miliar.

Selain kas, aset lain yang telah produktif meningkatkan pendapatan adalah aset eksplorasi. Aset eksplorasi yang dimaksud adalah sejumlah pembayaran kepada SKK Migas sehubungan dengan penandatanganan kesepakatan kontrak bagi hasil atas dua sumur di Blok Bukit Barisan.

Radiant meraih pendapatan sebesar Rp 417,4 miliar di kuartal I 2013, naik 32,3% diban-ding realisasi kuartal I tahun lalu sebesar Rp 315,5 miliar. Peningkatan pendapatan ditopang pertumbuhan semua segmen bisnis perseroan, antara lain jasa pendukung operasi naik menjadi Rp 286 miliar dari Rp 219 miliar. Bisnis inspeksi naik menjadi Rp 44,7 miliar dari Rp 33,8 miliar, agensi dan jasa lepas pantai juga naik menjadi Rp 66,7 miliar dari Rp 52,6 miliar.

“Karena pendapatan semua segmen bisnis naik, maka total pendapatan kami pada kuartal I 2013 juga naik,” tukas Misyal A Bahwal, Corporate Secretary Radiant.

Kontribusi pendapatan terbesar Radiant berasal dari jasa pendukung operasi. Jasa pendukung operasi meliputi jasa pengeboran onshore (darat), jasa pengangkutan, jasa konsultasi dan pelatihan, jasa penyedia tenaga ahli, dan jasa konstruksi galangan kapal. Selain itu, pendapatan Radiant ditopang dari jasa agensi dan kegiatan lepas pantai.

Pada perdagangan Jumat, harga saham Radiant stagnan di level Rp 285

Naik Tipis

Dengan aset yang hanya meningkat tipis sebesar 2%, pendapatan Elnusa turun sebesar 4% menjadi Rp 1,05 triliun. Aset Elnusa yang meningkat hanya kas, piutang, beban dibayar dimuka, dan aset pajak tangguhan. Namun tambahanaset-aset tersebut dinilai belum produktif meningkatkan pendapatan Elnusa, terutama aset pajak tangguhan yang tidak memiliki dampak langsung terhadap kinerja perusahaan.

Di sisi lain, aset tetap Elnusa mengalami penurunan sebesar 19%. Departemen Riset Finance Today menilai, aset tetap terutama mesin dan peralatan lebih banyak menunjang aktivitas operasi perusahaan. Dengan begitu, jika aset tetap menurun, pendapatan juga berpotensi menurun.

Elnusa menargetkan pendapatan tahun ini naik 10% dibanding realisasi pendapatan 2012 sebesar Rp 4,77 triliun.

Fajriyah Usman, Vice President Corporate Secretary Elnusa,sebelumnya mengungkapkan Elnusa menargetkan kenaikan pendapatan tahun ini menjadi Rp 5.279 triliun. Hingga kuartal I, Elnusa telah meraih kontrak senilai US$ 231 juta, sebesar 66% di antaranya akan direalisasikan tahun ini.

Namun menurut Departemen Riset Finance Today, pada kuartal 12013, Departemen Riset Finance Today melihat belanja modal Elnusa kurang agresif dibanding kuartal I 2012. Hal ini dapat terlihat dari kas yang dikeluarkan untuk pembelian aset tetap yang jumlahnya lebih rendah 60,4% menjadi Rp 13 1ml1.it

Pada perdagangan Jumat harga saham Elnusa stagnan di level Rp 250.

Source : Indonesia Finance Today (Rahmawati, Wilda Asmarini)
Date : 20 May 2013
Narasumber    Misyal A bahwal, Corporate Secretary Radiant Utama

Posted in Uncategorized.