menu

+62 (21) 7191020

ruinco@radiant-utama.com

+62(21)7191002

Radiant Group Building Jl.Kapten Tendean No.24 Mampang Prapatan Jakarta 12720 Indonesia

Radiant News

Dua Emiten Jasa Hulu Migas Targetkan Pendapatan Naik 10 %

posted in Uncategorized by

Target pertumbuhan pendapatan berdasarkan hitungan secara konservatif dengan sedikit penyesuaian kontrak.

JAKARTA – Dua emiten jasa pertambangan hulu minyak dan gas bumi (migas), PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) dan PT Elnusa Tbk (ELSA) menargetkan pendapatan pada 2013 tumbuh minimal 10%. Misyal A Bahwal, Sekretaris Perusahaan Radiant Utama, mengatakan target pertumbuhan pendapatan berdasarkan hitungan secara konservatif dengan sedikit penyesuaian kontrak, namun belum memperhitungkan kemungkinan lain seperti aksi korporasi, dan akuisisi.

Target 2013 tumbuh paling tidak 10%, tapi angka finalnya masih digodok,” kata dia kepada Finance Today, Senin.

Radiant Utama pada 2012 membukukan pendapatan Rp 1,6 triliun, naik 38% dibanding pendapatan pada 2011 sebesar Rp 1,16 triliun. Sementara laba bersih naik hampir tujuh kali lipat menjadi Rp 25 miliar dari laba bersih pada 2011 sebesar Rp 3,24 miliar.

Misyal belum bisa menyebutkan secara rinci target kontribusi per unit bisnis terhadap target pencapaian pendapatan dan laba pada tahun ini. Namun nilai kontrak yang dipegang perseroan (on hand contract) cenderung stabil seperti tahun lalu. Hingga pertengahan tahun lalu Radiant telah memperoleh kontrak sebesar Rp 2,7 triliun hingga 2016.

Pendapatan Radiant berasal dari divisi jasa pendukung operasi serta jasa pengerukan dan pelayaran. Kontributor utama, pendapatan dari jasa pendukung operasi. Jasa pendukung operasi meliputijasa pengeboran darat (onshore), jasa pengangkutan, jasa konsultasi dan pelatihan, jasa penyedia tenaga ahli, dan jasa konstruksi galangan kapal.

Kontribusi pendapatan lainnya berasal dari jasa inspeksi dan jasa kegiatan lepas pantai. Serta divisi jasa kegiatan lepas pantai.

Mohammad Arsyad Lubis, Direktur Radiant Utama, sebelumnya mengatakan sumber pendapatan perseroan, selain dari kontrak jasa tambang, juga berasal dari pendapatan di luar kontrak, seperti inspeksi dan sertifikasi. Namun 95% sumber pendapatan perseroan berasal dari kontrak dan sisanya nonkontrak. Elnusa juga menargetkan pertumbuhan pendapatan pada tahun ini sebesar 10% dibanding perolehan pendapatan pada tahun lalu sebesar Rp 4,77 triliun.

Fajriyah Usman, Vice President Corporate Secretary Elnusa,mengatakan Elnusa menargetkan kenaikan pendapatan tahun ini menjadi Rp 5,279 triliun.

“Kami yakin target 2013 bisa tercapai bahkan mungkin terlampaui karena pencapaian hingga kuartal I sudah on track,” kata dia.

Menurut Fajriah, hingga kuartal I 2013 Elnusa telah mengerjakan lebih dari 50% dari kontrak jasa hulu minyak dan gas (migas) senilai US$ 153 juta. Nilai kontrak yang telah diperoleh mencapai 48% dari nilai kontrak jasa hulu migas yang ditargetkan sebesar US$ 327 juta.

Kontrak jasa hulu migas ditargetkan menyumbang 50%-53% dari pendapatan konsolidasi Radiant.

Fajriyah mengatakan peningkatan kinerja Elnusa pada tahun lalu tidak sebatas keberhasilan dalam efisiensi tetapi karena berbagai upaya perbaikan lainnya. Perbaikan yang dilakukan Elnusa yang berdampak pada perbaikan laba dan arus kas adalah perbaikan project management dan closed project monitoring setiap hari secara terintegrasi semua fungsi terkait sehingga dapat mengantisipasi dan mengatasi dengan cepat permasalahan yang terjadi.

Sepanjang 2012, Elnusa mencatatkan laba bersih Rp 128 miliar, naik dibanding rugi sebesar Rp 43 miliar pada 2011.

Belanja Modal

Misyal mengatakan manajemen Radiant belum menentukan secara pasti jumlah anggaran belanja modal pada tahun ini. Namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, anggaran investasi perseroan sekitar 2%-3% dari pendapatan. Artinya, dari pendapatan pada 2012 sekitar Rp 1,6 triliun, anggaran investasi tahun ini berpotensi mencapai sekitar Rp 32 miliar.

“Angka pastinya untuk belanja modal (capital expenditure) tidak ada, karena kondisi sebagai kontraktor yang bergantung pada kontrak baru, tapi bisa dilihat dari tahun ke tahun, kira-kira 2%-3% dari pendapatan,” kata dia.

Pada perdagangan Senin, harga saham Radiant Utama turun Rp 2 atau 1,02% ke level Rp 194 dibanding penutupan perdagangan Jumat pekan lalu.

Source : Indonesia Finance Today

Date     : 13 Maret 2013

13 Mar, 13

 

 

related posts