menu

+62 (21) 7191020

ruinco@radiant-utama.com

+62(21)7191002

Radiant Group Building Jl.Kapten Tendean No.24 Mampang Prapatan Jakarta 12720 Indonesia

Radiant News

Menakar Bisnis Baru Radiant Utama

posted in Uncategorized by

Bisnis minyak dan gas bumi tak hanya menguntungkan perusahaan migas, tapi juga usaha pendukung seperti penyedia jasa migas PT Radiant Utama Interinsco Tbk(RUIS). Bagaimana prospeknya?

Awalnya, perusahaan yang didirikan sejak 1984 ini hanya bertumpu pada bisnis penyedia jasa inspeksi teknikal dj industri migas. Kliennya tersebar mulai dari Pertamina, Medco, BP, Chevron, Santos, Total, ConocoPhillips, PetroChina, sampai Vico Indonesia.

Tapi kini Radiant Utama sudah mengembangkan bisnis pendukung industri kelautan dan lepas pantai. Perseroan juga merambah ke hulu dengan mengakuisisi 100%saham PT Radiant Bukit Barisan yang memiliki 51% hak partisipasi blok South West Bukit Barisan, Sumatra Barat pada 2008.

Dalam riset Kim Eng Securities yang dirilis 25 Maret 2013, manajemen Radiant Utama menyatakan pendapatan perseroan sepanjang tahun lalu akan mencapai kisaran Rpl,6 triliun atau meningkat 37% yoy. Angka ini di atas perkiraan Kim Eng yang hanya Rpl,3 triliun.

Meningkatnya pendapatan adalah hasil dari lebih banyaknya proyek yang didapat. Kontribusi signifikan diperoleh dari mobile offshore production unit (MOPU) yang diakuisisi pada pertengahan 20U lalu se-nilai US$35 juta. Proyek ini me-yumbang gross margin 40%.

“Perolehan pendapatan 2012 di atas perkiraan kami karena perseroan berhasil meraih kontrak Rpl50 miliar-200 miliar pada kuartal 1V/2012,” tulis Analis Kim Eng Securities Adi N. Wicaksono dalam riset tersebut.

Sementara itu, perolehan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tumbuh 80% yoy menjadi Rp 171 miliar, masih in line dengan prediksi Kim Eng. Sedangkan untuk tahun ini, manajemen yakin pendapatan dan laba bersih masih akan tumbuh tinggi didukung beberapa katalis.

Katalis pertama, ungkap riset tersebut, berasal dari rate pengoperasian MOPU yang lebih tinggi tahun ini, dari US$41.000 per hari menjadi US$44.000-45.000 per hari, sedangkan cash cost diprediksi tetap sama di level US$26,000 per hari.

Kedua, dari penyelesaian beberapa proyek seperti pengerukan Sungai Mahakam dengan kontrak selama 3 tahun senilai US$16 juta. Serta, dari proyek floating storage offloading (FSO) di Lampung yang diperkirakan akan menghasilkan laba sekitar US$20,000 per bulan.

Ketiga, dari pembelian alat-alat baru senilai Rp5 miliar, yang akan mengerek pendapatan hingga 21 % menjadi Rpl95 miliar.

“Kami naikkan proyeksi pendapatan dan laba bersih RUIS tahun ini masing-masing 18% menjadi Rpl,67 triliun dan dan 12% menjadi Rp53 miliar.”

PROYEK BARU

Kim Eng menilai pendapatan perseroan masih bisa tumbuh dalam beberapa tahun kedepan dengan adanya tiga proyek pengembangan terbarunya. Ketiga proyek itu adalah pertama, proyek pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTMH) 6,5 MW di Sungai Cumanti di Sumatra Barat.

Untuk proyek minihidro ini, Radiant Utama telah menandatangani perjanjian jual belilistrik dengan PLN untuk menjual listrik dengan harga Rp787,2 per kWh. Manajemen mengklaim EBITDA margin dari proyek itu sangat tinggi, 70%-75%.

Sementara itu, pengembalian investasi (payback period) diperkirakan hanya 5-6 tahun. “Tapi dengan investasi yang ditaksir hingga Rp 130 miliar, perseroan masih mencari mitra untuk diajak bekerja sama menggarap proyek ini.

Proyek kedua, adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) 240 MW di Mandailing, Sumatra Utara. Dalam proyek ini, perseroan sudah menggandeng Tata Power dan Origin Energy.

Adapun proyek ketiga, ada-lah pembangunan floating production storage and offloading (FPSO). Kini Radiant Utama mengikuti tender proyek FPSO di Lapangan Oyong milik Santos serta lapangan milik Husky Madura Offsore, yang sama-sama berada di Selat Madura.

Berkaca pada pendapatan dan EBITDA perseroan tahun lalu yang di atas ekspektasi, ditambah katalis yang akan mendorong peningkatan pendapatan serta ekspektasi dari ketiga proyek terbarunya, Kim Eng mempertahankan rating beli terhadap saham RUIS.

“Meski kami meningkatkan proyeksi pendapatan dan laba bersih tahun ini, kami pertahankan target harga RUIS di Rp400,” tulis riset tersebut.

Source : Bisnis Indonesia

Date     : 3 April 2013

03 Apr, 13

 

 

related posts